Aku tak tahu bagaimaana kau bisa merubahnya. Sesederhana cappucino yang berkawan dengan krim diatasnya. Semudah hujan yang membahagiakan alamnya. Kau datang, dengan semua harapan. Bukan dengan barang mewah atau apapun yang berbau glamour. Tapi dengan cinta yang terselip di tiap pagiku. Dan di tiap lekuk senyum yang tak henti kau berikan. Kini, telah ku pilih bahagiaku sendiri. Bahagia yang kan ada, selamanya.
Browse » Home
Sabtu, 17 November 2012
Bahagia Yang Kupilih Sendiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar